Tugas ISD dan IBD

Click for Jambi, Indonesia Forecast

Liverpool

SEJARAH LIVERPOOL FC
"You'll Never Walk Alone"
Nama Klub : Liverpool Football Club
Julukan : The Reds
Terbentuk : March 15, 1892
Stadion : Anfield, Liverpool, England
Kapasitas : 45,362
Pemilik Klub : Tom Hicks dan George Gillett
Pelatih : Rafael Benitez

Awal terbentuknya Liverpool FC
Liverpool FC  didirikan pada 15 Maret 1892 oleh John Houlding, pemilik Anfield. John Houlding membentuk tim sepak bolanya sendiri setelah bersitegang  dengan Everton FC yang sebelumnya telah menyewa sation Anfield. Pada tahun 1891 John Houlding membeli tanah bersebelahan Anfield dan merencanakan akan menaikkan biaya sewa dari £100 menjadi £250 setahun. Ahli-ahli klub Everton membantah pindah ke Goodison Park.
Pasukan yang dibuat oleh John Houlding pada awalnya akan didaftarkan atas nama Everton, tetapi ditolak oleh Sepak Bola England. John McKenna dilantik menjadi pelatih mengambil 13 orang pemain profesional dari Scotland untuk menyertai Liverpool. John Houlding memilih nama Liverpool untuk nama klubnya. Pada tahun 1894, Liverpool dipilih untuk bergabung dalam liga sepak bola Inggris.
Kemasukan Liverpool ke Liga Inggris

Permohonan Liverpool bergabung di Liga Sepak Bola Inggris pada mulanya ditolak. Liverpool bergabung ke Liga Lancashire, dan dalam permainan pertama mengalahkan Higher Walton 8-0 di Anfield. Gol pertama Liverpool dalam perlawanan kompetitif diciptakan oleh  Malcolm McVean. Dalam musim pertama Liga Lancashire, Liverpool muncul sebagai juara. Liverpool juga mengalahkan Everton 1-0 dalam perlawanan akhir Liverpool di Senior Cup, pertama kali kedua pasukan itu bertemu dalam perlawanan “Derby”. Selepas kejayaan dalam liga Lancashire, Liverpool  dilantik menyertai Liga Bola Sepak Inggris Divisi 2.
Malcolm McVean menjaring gol pertama perlawanan liga bila Liverpool mengalahkan Middlesbrough Ironopolis. Liverpool mengakhiri musim pertama mereka dengan rekor tanpa kalah dan menjuarai Divisi 2 Liga Inggris. Dalam perlawanan menghadapi Newton Heath (kemudian menjadi Manchester United), Liverpool menang 2-0 dan dinaikkan untuk bergabung ke Divisi 1 Liga Sepak Bola Inggris.
Pada tahun 1896, Liverpool menukar kaos timnya dari biru dan putih menjadi merah dan putih. Pada tahun 1901, Liverpool memenangi kejuaraan pertama Liga, dan mengulang keberhasilan itu pada tahun 1906. Liverpool pertama kali bertanding dalam perlawanan akhir Piala FA pada tahun 1914 tetapi kalah 1-0 melawan Burnley. Pada tahun 1922 dan 1923, Liverpool menang kejuaraan Liga Inggris dua tahun berturut-turut. Tetapi selepas itu, Liverpool kehilangan kejayaan sampai tahun 1947.
Zaman Gemilang Di Bawah Pengurusan Bill Shankly


Bill Shankly menjadi pengurus Liverpool sejak bulan Desember 1959. Dalam jangka waktu 15 tahun, Bill Shankly menjadikan Liverpool  klub paling ternama di Eropa.
Tindakan pertama Bill Shankly selepas mengambil alih jabatan pelatih adalah untuk membuang 24 orang pemain. Bill Shankly membeli Ian St. John dan Ron Yeats dari Scotland dan mendapatkan Roger Hunt, Ian Callaghan dan Gerry Byrne. Dalam musim ketiga pengurusannya, Bill Shankly memenangi kejuaraan Divisi Kedua Liga Inggris dan dinaikkan ke Divisi Satu Liga Inggris.
Tahun 1964 menyaksikan Liverpool meraih kejuaraan Divisi Satu Liga Inggris yang pertama kalinya dalam masa 17 tahun. Bill Shankly menukar kaos tim Liverpool dari merah dan putih menjadi warna merah seluruhnya, dan warna ini kekal digunakan hingga hari ini. Di musim berikutnya, Liverpool pertama kali memenangi Piala FA mengalahkan Leeds United 2-1. Liverpool juga pertama kali beraksi di benua Eropa, tetapi dikalahkan Inter Milan di semi final.
Pada tahun 1966 Liverpool kalah pertandingan di Piala Pemenang-Pemenang Eropa (European Cup Winners Cup, (kini Piala UEFA) dari  Borussia Dortmund. Bill Shankly memperkuat skuadnya dengan membeli Emlyn Hughes, Ray Clemence dan Kevin Keegan pada tahun 1971. Tahun 1973 membawa kejayaan besar bagi Liverpool dan Bill Shankly. Liverpool memenangi juara liga untuk kali kedelapan, dan mencapai kejayaan pertama di Eropa memenangi Piala UEFA setelah mengalahkan Borussia Moenchengladbach. Pada tahun 1974, Liverpool menjadi juara Piala FA. Bill Shankly mengumumkan berhenti menjadi pelatih Liverpool setelah 15 tahun mengurus Liverpool. Bill Shankly mencalonkan Bob Paisley sebagai penggantinya.
Tradisi Boot Room

Masa Bill Shankly mengurus Liverpool  beliau menggunakan kumpulan dipanggil kumpulan “Boot Room”. Kumpulan ini berbincang di tempat menyimpan but dan pakaian pemain. Tempat ini terletak di bawah Main stand di Anfield. Kumpulan ini membincangkan prestasi pemain, kaedah latihan, taktik permainan dan membuat penilaian mengenai pasukan lawan untuk permainan berikutnya.
Keahlian kumpulan ini menyeluruh, daripada pelatih. Kumpulan boot room termasuk Bob Paisley, Ronnie Moran, Joe Fagan, Reuben Bennett dan Roy Evans. Geoff Twentyman menjadi pencari bakat, dan membawa pemain seperti Alan Kennedy ke Anfield.
Bill Shankly dan pasukan Boot Room menjadikan pusat latihan di Melwood menjadi modern dan lengkap. Permainan 5 sebelah diperkenalkan untuk memupuk falsafah permainan Liverpool  - Pass and move, keep it simple.
Bob Paisley Menyambung Tradisi


Setelah Bill Shankly berhenti mengarsiteki Liverpool, Jabatan pelatih Liverpool diamanatkan kepada Bob Paisley. Selama sembilan musim di mana beliau menjadi Pelatih, Liverpool memenangi 21 piala termasuk 3 kejuaraan Piala Eropa (kini Piala Juara-Juara), 1 Piala UEFA, 6 kejuaraan Liga Inggris dan tiga kejuaraan Piala Liga (kini dipanggil Piala Worthington). Bob Paisley juga membawa masuk pemain-pemain lagenda Liverpool seperti Graeme Souness, Ian Rush, Alan Hansen dan Kenny Dalglish.
Pada tahun 1977, Liverpool untuk  pertama kali memenangi Piala Eropa mengalahkan Borussia Moenchengladbach 3-1 pada masa injury time. Permainan ini adalah kali terakhir Kevin Keegan beraksi untuk Liverpool sebelum pindahan ke SV Hamburg. berjaya mempertahankan kejuaraan Piala Eropa pada tahun 1978 apabila mengalahkan FC Bruges 1-0.
Tahun 1979 merupakan puncak kejayaan  Bob Paisley sebagai pelatih Liverpool. Bukan saja Liverpool menjuarai Liga Divisi Satu Inggris, tetapi klub itu menang dengan mengumpulkan 68 gol dan hanya kemasukan 16 gol dalam 42 pertandingan. Untuk musim 1980, Liverpool muncul sekali lagi sebagai juara Liga. Pada tahun 1981, Bob Paisley berjaya membawa pulang Piala Eropah yang ketiga kalinya dengan kemenangan 1-0 melawan Real Madrid C.F. Tetapi dibalik kejayaannya, Paisley tidak pernah memenangi Piala FA dan Piala Liga. Bob Paisley
Joe Fagan dan Tragedi Heysel


Joe Fagan, pelatih veteran Liverpool dan ahli kumpulan boot room menggantikan Bob Paisley sebagai pelatih pada tahun 1983. Musim pertama beliau sebagai pelatih menyaksikan Liverpool memenangi 3 kejuaraan utama – kejuaraan Liga Divisi Satu Inggris, Piala Liga dan Piala Eropa. Di musim kedua, Liverpool sekali lagi berjaya ke pertandingan Akhir Piala Eropa. Perlawanan di Stadion Heysel membuat tragedi dimana 39 orang pendukung Juventus terbunuh akibat runtuhan tembok penahan yang tumbang disebabkan penonton yang melimpah, dan dikatakan berpuncak dari kerusuhan oleh pendukung Liverpool. Pasukan Liverpool dengan berat hati meneruskan perlawanan yang ditunda akibat kerusuhan, tetapi Liverpool kalah  1-0 melawan  Juventus.  Liverpool seterusnya dilarang  mengikuti pertandingan di piala UEFA selama 6 musim. Joe Fagan meletakkan jabatannya selepas insiden ini.
Kenny Dalglish
Pada tahun 1985, Kenny Dalglish dilantik menjadi Pelatih Liverpool. Ketika itu beliau masih aktif sebagai pemain kesebelasan utama. Pada musim pertama beliau, Liverpool mengalahkan musuh ketat Everton 3 -1 dalam perlawanan akhir Piala FA dan menjadi  juara Liga
Musim berikutnya, Kenny Dalglish hampir berjaya mengulangi kejayaan musim pertamanya apabila sekali lagi mengalahkan Everton dalam perlawanan akhir Piala FA. Tetapi kejayaan Piala FA dihantui oleh Tragedi Hillsborough. Liverpool juga akan menjadi juara Liga apabila seri dengan Arsenal dalam perlawanan akhir Liga di Anfield. Harapan pendukung Liverpool hancur ketika Michael Thomas menciptakan gol Arsenal pada menit terakhir perlawanan. Liverpool dan Arsenal mempunyai poin dan perolehan jumlah gol yang sama, tetapi Arsenal dinobatkan menjadi juara karena menciptakan lebih banyak gol. Michael Thomas kemudian berpindah ke Liverpool.
Pada 22 Februari 1991, selepas separuh musim dijalankan, Kenny Dalglish mengumumkan hendak meletakkan jabatan pelatih  Liverpool dengan alasan tidak kuat menanggung tekanan sebagai pelatih. Beliau digantikan sementara oleh Ronnie Moran dan beberapa minggu kemudian, Graeme Souness dipilih sebagai pelatih.
Tragedi Hillsborough

Memorial Memperingati 96 Pendukung Liverpool yang menjadi korban Tragedi Di Hillsborough.
Tragedi Hillsborough merupakan satu tamparan hebat bagi Liverpool. Tragedi ini berlaku semasa perlawanan semifinal Piala FA tahun 1986. Beratus-ratus pendukung Liverpool terhimpit disebabkan oleh penonton yang melarikan diri dari kebakaran di salah satu tribun tempat duduk penonton di Stadium Hillsborough. 94 orang pendukung Liverpool mati pada hari itu, sementara seorang lagi meninggal 4 hari kemudian. Korban ke –96 setelah 4 tahun mengalami koma. Laporan Taylor yang disiapkan selepas siasatan oleh Suruhanjaya Taylor mengenal pasti kesesakan berlebihan penonton dan kegagalan kawalan polisi sebagai puncak tragedi.
Kini, satu memorial telah dibina di Anfield untuk memperingati 96 pendukung tersebut. Mereka juga diabadikan dengan dua nyalaan api kekal di dalam logo resmi klub Liverpool. Peringatan kejadian ini selalu diadakan setiap tahunnya. Dan Liverpool akan meminta mengganti jadwal pertandingan jika  ada pertandingan yang diadakan pada hari Tragedi Hillsborough.
Graeme Souness - Bermulanya Kemelesetan Liverpool

Fakta  menunjukkan bahwa kemunduran Liverpool bermula ketika Graeme Souness dilantik menjadi Pelatih. Walaupun beliau berjaya memenangi satu kejuaraan Piala FA, pengurusan beliau dianggap sebagai zaman kemunduran Liverpool sebagai klub yang menguasai sepak bola Inggris, dan digantikan oleh Manchester United di bawah pimpinan Alex Ferguson. Dalam tahun 1993, Liverpool hanya menduduki klasemen ke-6 dalam Liga Perdana. Tahun 1994 juga tidak menunjukkan perubahan, dan Graeme Souness meletakkan jabatan ketika Liverpool kalah dari  Bristol City dalam perlawanan piala FA tahun 1992.
Penganalisis mengatakan bahwa Graeme Souness telah melepaskan pemain-pemain utama dan membawa masuk pemain-pemain yang kurang bagus. Diantara pemain yang dilepas oleh Graeme Souness yaitu Steve McMahon yang kemudian dijual kepada Manchester City pada usia 30 tahun, walaupun beliau boleh terus menyumbang untuk 2 atau 3 tahun lagi. Malangnya, Graeme Souness tidak mencari pemain ganti yang sama baiknya dengan Steve McMahon, .
Penggunaan taktik yang tidak mantap, kesigapan mengendalikan perpindahan masuk pemain dan pelatihan pemain yang kurang baik membawa kesan negatif kepada Liverpool dan membuat kemunduran klub yang pernah menjadi tim agung di Eropa.
Roy Evans

Roy Evans dilantik menggantikan Greame Souness. Tetapi Roy Evans tidak dapat mencapai kejayaan yang diharapkan. Walaupun kedudukan liga diperbaiki, Liverpool hanya menduduki tempat ketiga dalam waktu 5 tahun di bawah pemimpinannya. Roy Evans menggunakan sistem 5-3-2 yang agak defensif. Kejayaan tunggal Roy Evans adalah dengan memenangi Piala Liga tahun 1995 mengalahkan Bolton Wanderers.
Gerard Houllier

Gerard Houllier dilantik menjadi pelatih bersama pada tahun 1998-1989, tetapi hal itu gagal. Roy Evans akhirnya melepaskan jabatan pelatih Liverpool separuh jalan musim tersebut.
Tahun 2001 merupakan musim paling berjaya buat  Liverpool sejak peninggalan Kenny Dalglish. Pemain-pemain muda seperti Michael Owen, Robbie Fowler dan Steven Gerrard diduetkan dengan pemain berpengalaman seperti Sami Hyypia dan Liverpool mengakhiri musim tersebut di tempat kedua. Liverpool juga berjaya memenangi tiga kejuaraan tahun tersebut,yaitu  kejuaraan Piala Liga, Piala FA dan Piala UEFA. Liverpool juga memenangi Community Shield and European Super Cup. Liverpool juga menjuarai Piala Liga pada tahun 2003, tetapi Liverpool tidak dapat bersaing dengan juara Liga. Pada tahun itu, Liverpool ketinggalan 30 gol berbanding Arsenal, juara Liga tahun tersebut. Desakan penonton yang semakin resah memaksa Gerard Houllier melepaskan jabatan pengurus.
Gerard Houllier disalahkan karena membelanjakan uang yang banyak untuk membeli pemain-pemain yang tidak dapat beraksi dengan baik di Liga Perdana. Diantaranya adalah pembelian Salif Diao dan El-Hadji Diouf, Bruno Cheyrou. Gerard Houllier berjaya membeli Djibril Cisse dari Auxerre tetapi tidak dapat bekerja bersama  Djibril Cisse kerana beliau meletakkan jabatan sebelum Djibril Cisse resmi bersama Liverpool.
Rafael Benítez
Rafael Benítez mengambil alih jabatan pelatih Liverpool, tetapi pada tahun pertama beliau menjadi pelatih, Liverpool hanya berupaya menduduki tempat kelima. Liverpool kalah dalam pertandingan akhir Piala Liga oleh Chelsea  FC.
Tetapi musim berakhir dengan gemilang untuk Liverpool ketika memenangi pertandingan final Piala Eropa. Liverpool juga menang Piala FA setelah mengalahkan West Ham lewat adu penalti..
Tahun 2006-07 menyaksikan Liverpool kembali berjaya ke peringkat akhir Liga Juara-Juara Eropa dan sekali lagi menentang AC Milan di partai final. Final Piala Juara Juara Eropa yang berlangsung di Athen itu dimenangi oleh pasukan A.C milan.
Stadium Anfield
Stadium Anfield didirikan tahun 1884 dan asalnya digunakan Everton FC tetapi dikosongkan oleh klub itu karena terlibat masalah penyewaan stadium. Kapasitas penonton Anfield saatini adalah 45.362 orang. Anfield dikategorikan sebagai stadium 4 bintang oleh UEFA.
The Kop

Pada tahun 1906, tribun bertingkat untuk penonton dibina dan diberi nama Spion Kop, nama itu diambil dari nama sebuah  bukit di Natal, Afrika Selatan, yang menjadi tempat  pertempuran Perang Boer Kedua. Di pertempuran itu, lebih dari 300 orang anggota Tentera British dari  Rejimen Lancashire gugur, kebanyakannya berasal dar Liverpool. Pada awalnya, The Kop menempatkan 28,000 orang penonton. Setelah Tragedi Hillsborough, peraturan baru mengisyaratkan  The Kop ditukar menjadi tribun tempat duduk. Kapasitas penonton sekarang adalah 12.409 orang.
Main Stand

Dibina semula dalam tahun 1973 dan boleh menempatkan 12.277 orang penonton.
Centenary Stand

Dikenal sebagai Kemlyn Road Stand. Dibina semula sebagai sambutan ulangtahun 100 tahun Liverpool FC. Kapasitas penonton adalah 11.762 orang.
Anfield Road Stand

Dibina semula tahun 1998, dan memuatkan 9.074 penonton. Pendukung-pendukung tim lawan ditempatkan di sini.
Melwood

Melwood adalah pusat latihan untuk pemain-pemain Liverpool dan tidak ada kaitannya dengan The Academy, yang terletak di Kirkby. Melwood terletak di kawasan West Derby dan sudah digunakan sebagai pusat latihan Liverpool sejak tahun 1950.
Tempat  pusat latihan ini dahulunya milik sekolah St. Francis Xavier, sebuah sekolah tempatan. Dua orang guru sekolah tersebut, Father Melling dan Father Woodlock menghabiskan masa luang mereka mengajar anak-anak  bermain bola. Untuk memperingati mereka, nama Melwood diberikan dengan menggabungkan nama mereka berdua.
Pada tahun 1959, Bill Shankly menukarkan tempat tersebut menjadi satu pusat latihan yang modern dan tiada tandingannya. Pada tahun 2001, Liverpool membangun Millennium Pavilion, satu kemudahan modern untuk pemain dan pelatih. satu kawasan tertutup disediakan untuk penonton. 
Budaya Klub
Kapten Klub Steven Gerrard, Xabi Alonso, Pepe Reina dan Jamie Carragher memperagakan warna-warna kaus tim untuk tahun 2006
Warna yang digunakan untuk Klub Liverpool  adalah warna Merah. Kaus tim Liverpool  adalah serba merah, hasil legasi yang ditinggalkan oleh Bill Shankly. Warna asal kaus tim Liverpool  adalah warna biru dan putih. Pada tahun 1901, warna ini ditukar menjadi merah dan putih.
Pilihan warna merah dan putih kekal hingga tahun 1964, sebelum Bill Shankly menukarkannya kepada warna serba merah. Beliau mengatakan kaus tim warna merah menggerunkan pihak lawan. (dari kisah Ron Yeats). Pertama kali kaus tim serba merah ini digunakan, Liverpool mengalahkan Anderlecht 3-0.
Lagu
Lagu You'll Never Walk Alone nukilan Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II menjadi lagu yang menjadi identitas Liverpool. Pada awal tahun 1960-an, Gerry and The Pacemakers merekodkan lagu tersebut dan menjadi lagu yang hits pada tahun 1963. Lagu ini dinyanyikan  di Anfield sebelum pertandingan dimulai dan semasa waktu istirahat, dan para Liverpudlian bersama-sama menyanyikan lagu You'll Never Walk Alone. Sejak itu, lagu You'll Never Walk Alone diterima sebagai lagu anthem Liverpool dan dinyanyikan Liverpudlian di Anfield dan juga di stadium lawan.
Klub-klub lain yang enggunakan lagu ini adalah Glasgow Celtic FC  (Scotland), Feyenoord Rotterdam, Ajax Amsterdam, FC Twente (Netherlands), TSV Alemannia Aachen dan FC St. Pauli (Jerman), Liverpool paling kuat dikaitkan dengan lagu You'll Never Walk Alone.
You'll Never Walk Alone juga menghiasi Pagar Shankly di Liverpool dan diabadikan dalam logo resmi Liverpool FC.
Lagu-lagu lain yang menjadi kegemaran di Anfield adalah lagu Poor Scouser Tommy, Fields of Anfield Road, Liverbird Upon My Chest, We've Won It Five Times dan Ring of Fire. Lagu Ring of Fire menjadi lagu resmi Liverpool  semasa perlawanan akhir Piala FA melawan West Ham.
Plaque This Is Anfield

Plaque ini diletakkan oleh bill Shankly untuk "mengingatkan pemain kami untuk siapa mereka bermain dan untuk mengingatkan pemain lawan dengan siapa mereka bermain". Pemain-pemain yang berkepercayaan penuh (superstitious) akan menyentuh plaque ini semasa mereka masuk atau keluar lapangan.
Kejayaan
Kejuaraan Liga sebanyak 18 kali oleh Liverpool  adalah satu rekor untuk klub-klub sepak bola Inggris. Hanya musuh ketat seperti Manchester United yang hampir mendekati kejayaan ini, dengan 15 kejuaraan.
Liverpool juga mencapai kejayaan "Double" pada tahun 1986 dengan memenangi kejuaraan Liga dan juga Piala F.A. dan 2 kali kejayaan "Trebles", kali pertama dalam tahun 1984 ketika Liverpool menang sebagai Juara Liga, Piala Liga dan Piala Eropa dan kali kedua dalam tahun 2001 ketika Liverpool  berjaya memenangi Piala FA., Piala Liga dan juga Piala UEFA. Pada  tahun yang sama Liverpool juga menang Piala Sumbangsih (Charity Shield) dan European Super Cup, menjadikan 5 kejuaraan dalam satu tahun!
Kejuaraan 5 kali Liga Juara-Juara UEFA adalah satu rekor untuk klub Inggris, dan Hanya Real Madrid dan AC Milan saja yang memenangi lebih banyak kejuaraan Liga Juara-Juara UEFA dari Liverpool. Kejayaan Liverpool menang Piala Liga Juara-Juara UEFA kali ke-5 membolehkan Liverpool menyimpan terus piala tersebut. Piala itu kini dipamerkan di Museum Liverpool FC di Anfield.
Liverpool juga diberikan anugerah lencana khas oleh UEFA sebagai tanda hormat kepada Liverpool karena menjuarai Piala Eropa. Lencana ini hanya diberikan kepada tiga klub saja, yaitu Real Madrid dan AC Milan dan Liverpool. lencana itu akan dipakai di lengan baju dan tidak akan ditanggalkan.

·    Liga Inggeris Divisyen Pertama/Liga Premier F.A. [18 kali]
o    1900-01, 1905-06, 1921-22, 1922-23, 1946-47, 1963-64, 1965-66, 1972-73, 1975-76, 1976-77, 1978-79, 1979-80, 1981-82, 1982-83, 1983-84, 1985-86, 1987-88, 1989-90,
·    Football League Second Division/Football League Championship [4 kali]
o    1893-94, 1895-96, 1904-05, 1961-62
·    Liga Lancashire] [1 kali]
o    1892-93
·    Liga Juara-Juara UEFA [5 kali]
o    1976-77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
o    1977-78 1-0 vs. Club Brugge
o    1980-81 1-0 vs. Real Madrid CF
o    1983-84 1-1 (4-2 sepak penalti) vs. AS Roma
o    2004-05 3-3 (3-2 sepak penalti) vs. AC Milan (Malam Keramat di Istanbul)
·    Piala UEFA [3 kali]
o    1972-73, 1975-76, 2000-01
·    Super Cup UEFA [3 kali]¹
o    1977, 2001, 2005
·    Piala F.A. [7 kali]
o    1964-65, 1973-74, 1985-86, 1988-89, 1991-92, 2000-01, 2005-06
·    Piala Liga [7 kali]
o    1980-81, 1981-82, 1982-83, 1983-84, 1994-95, 2000-01, 2002-03
·    Piala Sumbangsih/Piala Komuniti [14 kali]
o    1964¹, 1965¹, 1966, 1974, 1976, 1977¹, 1979, 1980, 1982, 1986¹, 1988, 1989, 1990¹, 2001, 2006
·    Super Cup [1 kali]¹
o    1986
·    BBC Sports Personality of the Year Team Award [3 kali]
o    1977, 1986, 2001
·    Reserves Division One/FA Premier Reserves League North Champions [16 kali]
o    1956-57, 1968-69, 1969-70, 1970-71, 1972-73, 1973-74, 1974-75, 1975-76, 1976-77, 1978-79, 1980-81, 1981-82, 1983-84, 1984-85, 1989-90, 1999-2000
·    Piala Remaja F.A. [2 kali]
o    1995-96, 2005-06
¹ Kejuaraan Berkongsi